Site icon Seputaran.id

Disinyalir Grup LGBT Tumbuh Subur, Pemko Banjarmasin Minta Masukan Forkopimda

Wakil Walikota Banjarmasin Hj Ananda. (foto : shn/seputaran)

SEPUTARAN.ID, BANJARMASIN – Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin tengah menyusun langkah dan kebijakan terkait fenomena LGBT yang belakangan menjadi perhatian berbagai kalangan.

Pasalnya, isu LGBT kembali menjadi sorotan, karena dugaan adanya grup penyuka sesama jenis. Disinyalir, grup tersebut sudah bertumbuh di Kota Seribu Sungai. Anggotanya tak tanggung-tanggung, bahkan mencapai ribuan orang dalam satu grup.

Sejumlah masukan dari unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, hingga tokoh masyarakat mulai dihimpun sebagai bahan pertimbangan pemerintah.

Wakil Walikota Banjarmasin Hj Ananda menuturkan, pembahasan tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut arahan Walikota Banjarmasin H Muhammad Yamin HR untuk mencari formulasi yang tepat, dalam menyikapi persoalan sosial yang berkembang di tengah masyarakat.

Berbagai pandangan yang disampaikan dalam rapat Forkopimda, akan dirangkum dan diteruskan kepada organisasi perangkat daerah terkait, guna dirumuskan menjadi langkah konkret.

“Telah menerima banyak masukan dari berbagai unsur masyarakat. Seluruh masukan tersebut akan kami kaji dan tindak lanjuti bersama dinas terkait untuk menentukan langkah yang tepat,” ungkap Ananda, usai rapat Forkopimda, Kamis (18/6/2026).

Salah satu poin yang banyak mengemuka dalam forum tersebut adalah pentingnya penguatan edukasi kepada masyarakat.

Selain itu, pemerintah juga diminta menyiapkan pendekatan pendampingan bagi individu yang membutuhkan pembinaan sesuai norma dan nilai yang berlaku di lingkungan masyarakat.

Bagi Hj Ananda, upaya yang dilakukan pemerintah tidak hanya berorientasi pada satu aspek, tetapi juga mencakup pembinaan sosial dan penguatan pemahaman generasi muda.

“Banyak saran yang menjadi perhatian kami, yakni bagaimana memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai LGBT dan bagaimana caranya apabila memang ada keinginan untuk kembali kepada identitas yang dianggap semestinya,” bebernya.

Menurutnya, ini menjadi perhatian dan akan dirumuskan lebih lanjut oleh Pemko Banjarmasin.

Meski belum memiliki data resmi mengenai jumlah individu LGBT di Banjarmasin, Nanda menilai, fenomena tersebut tidak bisa diabaikan.

Keberadaan sejumlah komunitas di Medsos dengan anggota yang cukup banyak menjadi salah satu indikator yang perlu dicermati.

“Selain aspek sosial, pemerintah juga menaruh perhatian pada dampak kesehatan masyarakat. Menyoroti peningkatan kasus HIV yang tercatat sepanjang 2025 dan menilai upaya edukasi serta pencegahan perlu terus diperkuat,” jelasnya.

Persoalan ini perlu menjadi perhatian bersama agar langkah pencegahan dan edukasi dapat dilakukan secara maksimal.

“Semoga rumusan kebijakan yang nantinya disusun dapat menjadi langkah preventif sekaligus edukatif,” harapnya.

Sehingga, mampu memperkuat ketahanan sosial masyarakat dan mendukung terbentuknya generasi muda yang sehat serta berkarakter.

Diharapkan, generasi muda Banjarmasin dapat menyadari identitas dirinya dan tidak menyimpang dari kodratnya masing-masing.

“Ini menjadi bagian dari bersama dalam membangun generasi yang sehat dan berkarakter,” tukasnya. (shn/smr)