Site icon Seputaran.id

Disbudporapar Banjarmasin Rencana Benahi Siring RK Ilir untuk Objek Wisata Kuliner Baru

Kawasan siring RK Ilir yang mau ditata untuk wisata kuliner. (foto : shn/seputaran)

SEPUTARAN.ID, BANJARMASIN – Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Banjarmasin rencana membenahi Siring RK Ilir untuk dijadikan objek wisata kuliner baru.

Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Banjarmasin Ibnu Sabil menuturkan, kawasan itu memiliki potensi besar jika dikembangkan menjadi wisata kuliner. Pasalnya, di kawasan yang tepat berada di seberang sungai dengan Balai Kota Banjarmasin itu ada Pelabuhan Ikan serta lapangan tenis hingga dianggap strategis.

“Sebagaimana arahan pimpinan yang meminta untuk perbanyak spot olahraga maupun wisata. Salah satunya di kawasan Siring RK Ilir ini dipilih untuk dikembangkan menjadi wisata,” ungkapnya.

Ibnu Sabil menyebut, jiika diperhatikan Siring RK Ilir ini bisa seperti wisata Muara Angke di Jakarta. Meski tidak terlalu besar. Jadi wisata kuliner ditawarkan bisa memilih Ikan segar dan bisa dimasak langsung.

Dia optimis dijadikannya objek wisata kuliner di kawasan Siring RK Ilir itu, nantinya bisa menarik wisatawan ataupun pengunjung biasa untuk datang. Apalagi letaknya berdekatan dengan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sultan Suriansyah yang tentunya pasti akan ramai.

“Jadi keluarga pasien bisa santai disana menikmati hidangan. Tentunya ini mempermudah mereka mencari makan juga,” ucapnya.

Pengembangan wisata di sana juga, menyusul telah dipindahnya tongkang eks Rumah Makan. Dan dipresdiksi ini akan menambah daya tarik nantinya.

Disisi lain, Ibnu Sabil menekankan, pengembangan objek wisata disana juga turut memperhatikan pengelolaan sampahnya. “Terlebih tak jauh dari sana ada TPS yang masih aktif beroperasi. Kami minta Dinas Lingkungan Hidup (DLH), pihak terkait dan tentunya masyarakat itu sendiri untuk merapikan TPS itu agar jangan sampai ada sampah yang menumpuk, karena pengunjung pasti merasa tidak nyaman. Kami harapkan program surung sintak berjalan,” ujarnya.

Pengembangan objek wisata ini nantinya mengaet perusahaan melalui dana bantuan Corporate Social Responsibility (CSR). “Kita usulkan melalui CSR dan Pokdaris (Kelompok Sadar Wisata) yang akan membuat proposal yang nantinya bertanggung jawab untuk pengelolaannya juga,” ucapnya.

Adapun waktu realisasi rencana pengembangan wisata kuliner tersebut. Dipastikan sesegeranya dan mulai berjalan di 2026 ini. “Mudah-mudahan tahun ini sudah bisa berjalan,” tukasnya. (shn/smr)