SEPUTARAN.ID, BANJARMASIN – Dinas Sosial (Dinsos) Banjarmasin upayakan bantuan buat anak Lisna yang masih berusia lima tahun yakni Hilyah Alma Zuyyina, setelah sang ibu meninggal dunia.
Diketahui mendiang meninggalkan anak yang masih duduk di bangku taman kanak-kanak (TK). Bahkan disebut belum sepenuhnya memahami bahwa ibunya telah tiada.
Semasa hidup, Lisna merupakan guru berusia 29 tahun mengajar di SDN Tanjung Pagar 3. Dan meninggal dunia setelah asmanya kambuh lalu mengalami sesak napas berat yang diduga akibat terpapar kabut asap Karhutla.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Banjarmasin Eka Rahayu Normasari menyampaikan, pihaknya kunjungan, karena prihatin dengan anak mendiang yang memang perlu perhatian dan mendapatkan bimbingan.
Dikatakannya, pihaknya tidak bisa langsung mengintervensi, karena masih memiliki keluarga. “Bukan dalam kategori anak yang terlantar,” ungkap Eka, saat menemui keluarga Lisnani di Jalan Padat Karya Gang Zamrud 2 RT 55, Rabu (7/10/2026).
Namun, kata dia, pihaknya bakal melakukan verifikasi ulang, apakah dimungkinkan untuk dimasukkan program Kartu Indonesia Pintar (KIP) untuk anak tersebut.
“Nanti apakah keluarganya yang memang desil layak mendapatkan bantuan. Mudah-mudahan nantinya hasilnya sesuai, memang mendapatkan bantuan,” sebutnya.
Sementara itu, Ketua RT 55 Abdullah Hayat menyampaikan terima kasih kepada dinas terkait untuk perhatian diberikan kepada warganya.
“Tentunya ini sebagai membesarkan hati atas musibah yang dialami,” katanya.
Ia berharap, kedepan anak guru tersebut, mendapatkan bantuan dan dukungan.
“Apakah itu bantuan KIP dan sebagainya. Soalnya kasihan sekarang ikut kakek dan nenek yang bekerja sebagai buruh,” tuturnya.
Kakeknya itu bekerja tukang dan buruh serabutan. “Harapannya kedepan tentu untuk masa depan anak tersebut,” tukasnya.
Dalam kunjungan itu, Dinsos Banjarmasin juga memberikan paket bantuan kepada pihak keluarga mendiang. (shn/smr)
