SEPUTARAN.ID, BANJARMASIN – Bank Kalsel memperkuat perannya sebagai bank pembangunan daerah setelah resmi menyandang status sebagai bank devisa pada 22 Juni 2024. Status ini membuka peluang bagi Bank Kalsel untuk memperluas layanan transaksi valuta asing (valas) sekaligus mendukung aktivitas perdagangan dan ekspor di Kalimantan Selatan.
Direktur Operasional Bank Kalsel Iwan mengatakan, status bank devisa menjadi salah satu milestone penting bagi Bank Kalsel. “Status bank devisa bukan sekadar penambahan layanan. Ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat peran Bank Kalsel sebagai bank pembangunan daerah,” ujar Iwan dalam sambutannya pada kegiatan media gathering Bank Kalsel di Surabaya, Kamis (3/9/2026).
Iwan menyampaikan, Kalimantan Selatan memiliki potensi perdagangan dan ekspor yang besar. Sejumlah komoditas unggulan seperti batu bara, kelapa sawit, karet, serta berbagai komoditas lainnya memiliki peran penting dalam aktivitas ekonomi daerah.
Karena itu, Bank Kalsel ingin meningkatkan perannya dalam melayani aktivitas ekonomi masyarakat Banua.
“Kami ingin semakin banyak aktivitas ekonomi Banua dapat dilayani bank milik banua, Bank Kalsel.” katanya.
Dengan status sebagai bank devisa, Bank Kalsel kini dapat menyediakan layanan transaksi valas kepada masyarakat, khususnya masyarakat Kalimantan Selatan.
Iwan menegaskan, pengembangan layanan tersebut menjadi bagian dari upaya Bank Kalsel untuk memberikan layanan perbankan yang semakin sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan ekonomi daerah.
Selain memperluas layanan, Bank Kalsel juga terus membangun hubungan dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk insan pers. Menurut Iwan, dukungan media memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi mengenai perkembangan dan kontribusi Bank Kalsel kepada masyarakat.
“Media bukan sekadar sarana publikasi, tetapi mitra strategis Bank Kalsel,” ujarnya.
Ia berharap sinergi Bank Kalsel dengan media terus menguat sehingga informasi mengenai perkembangan Bank Kalsel dan kontribusinya terhadap pembangunan daerah dapat tersampaikan secara tepat kepada masyarakat.
Iwan juga mengajak seluruh stakeholder, termasuk media, membangun komunikasi yang terbuka, profesional, dan saling percaya. “Bank Kalsel tidak dapat tumbuh sendiri. Kami membutuhkan dukungan seluruh stakeholder, termasuk rekan-rekan media. Kritik yang konstruktif merupakan bagian penting bagi kami untuk terus berbenah,” pungkasnya. (sm/smr)
