Site icon Seputaran.id

Berikan Ruang Anak Muda Berpikir Kritis, Mazta Diskusi Lima Abad Banjarmasin

Diskusi menyongsong 500 tahun Banjarmasin yang digelar Mazta. (foto : shn/seputaran)

SEPUTARAN.ID, BANJARMASIN – Komunitas Majelis Kita (Mazta) Banjarmasin gelar diskusi publik dengan mengangkat tema peran pemuda dalam menyongsong 500 tahun Kota Banjarmasin, bersama kalangan pemuda.

Kegiatan bertempat di Endani Command Centre, Jalan Kayutangi 2, Kecamatan Banjarmasin Utara, Minggu (11/10/2026) malam.

Narasumber Noorhalis Majid mengapresiasi, keterlibatan para pemuda. Sebab, generasi muda perlu mempersiapkan diri menghadapi tantangan masa depan melalui penguatan pengetahuan, keterampilan, pengalaman dan kemampuan berpikir kritis.

“Masa depan itu milik anak muda. Kami ingin anak muda punya kesiapan menyongsong masa depannya,” ujarnya.

Kesiapan itu bisa dimulai dari diskusi-diskusi kecil yang kritis, sekaligus membekali diri dengan pengetahuan, ilmu, keterampilan dan pengalaman.

“Soalnya tantangan kedepan jauh lebih berat. Tidak hanya bersaing antar teman, individu dan tapi teknologi juga,” katanya.

Baginya, budaya membaca dan peningkatan literasi menjadi salah satu kunci agar pemuda mampu mengikuti perkembangan zaman dan bersaing di tengah kemajuan teknologi.

Sehingga, ia mendorong, anak muda untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar, aktif membahas berbagai persoalan, serta meningkatkan wawasan, agar mampu berkontribusi bagi kemajuan Banjarmasin.

“Soalnya kemampuan membaca buku sekarang sangat minim dan pembicaran di sekitar pertemanan diluar tentang buku,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Umum Mazta Banjarmasin Muhammad Amin Hasani menuturkan, diskusi tersebut menjadi ruang bagi pemuda untuk memahami sejarah Banjarmasin, sekaligus menggali peran mereka dalam pembangunan kota usia lima abad.

“Dari diskusi, kami melihat masih banyak anak muda yang belum mengetahui sejarah Kota Banjarmasin,” tuturnya.

Karena itu, Mazta hadir sebagai ruang bagi anak muda untuk menggali informasi dan belajar bersama melalui diskusi, membaca buku, bedah buku dan kegiatan literasi lainnya.

Amin Hasani mengatakan, Mazta ke depan akan berfokus pada dua bidang, yakni pengembangan literasi dan aksi sosial masyarakat.

Kegiatan literasi akan terus dilakukan melalui diskusi dan bedah buku, sedangkan aksi sosial mencakup keterlibatan dalam kegiatan tanggap bencana.

“Kami juga berencana menggelar diskusi insidental untuk membahas berbagai isu daerah maupun nasional yang relevan,” ujarnya.

Melalui kegiatan tersebut, Mazta berharap pemuda semakin memahami sejarah kotanya, memiliki wawasan luas dan berperan aktif dalam membangun Banjarmasin.

Penasehat Mazta Banjarmasin Muhammad Arifin menambabkan, menempatkan anak muda agar bisa terbentur lalu terbentuk. “Kita menginginkan anak muda berpikir kritis, memiliki pengetahuan, wawasan dan gagasan besar,” katanya.

Menurutnya, Mazta menjadi wadah bersama antar organisasi, suku anak muda dan sebagainya. Ia pun menginginkan, Mazta bisa bergerak dan berdampak untuk anak muda maupun masyarakat Banjarmasin.

“Kemudian dapat membersamai pemerintah dan menjadi daya kritis,” tukasnya. (shn/smr)