Site icon Seputaran.id

Berikan Perlindungan dan Memastikan Hak Anak Perlu Keterlibatan Semua Pihak

Walikota Banjarmasin HM Yamin saat sambutan pada Edukasi dan perlindungan anak. (foto : shn/seputaran)

SEPUTARAN.ID, BANJARMASIN – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Banjarmasin gelar Edukasi Pencegahan dan Penanganan Perlindungan Khusus Anak, di Aula Kayuh Baimbai, Balai Kota Banjarmasin, Rabu (30/9/2026).

Diikuti 70 peserta dari Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), Kelurahan, Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA), pengelola daycare, serta pengurus Dharma Wanita Persatuan (DWP).

Eduksi ini melibatkan berbagai pihak, karena memberikan perlindungan kepada anak sangat penting, termasuk memastikan anak mendapatkan lingkungan yang aman dan terlindungi.

Wali Kota Banjarmasin H Muhammad Yamin HR menekankan, pentingnya keterlibatan seluruh pihak dalam memberikan perlindungan kepada anak.

Menurutnya, upaya pencegahan kekerasan kepada anak ini tidak mungkin dilakukan pemerintah saja, tetapi membutuhkan kepedulian dan keberanian masyarakat untuk ikut mengawasi lingkungan sekitar.

Walikota juga mengingatkan, agar setiap persoalan yang berkaitan dengan kekerasan terhadap anak tidak ditutup-tutupi.

“Apabila ditemukan adanya dugaan kekerasan, masyarakat diminta segera menyampaikan informasi kepada pihak yang berwenang, agar dapat ditangani dengan cepat,” pintanya.

Hal tersebut menjadi bagian dari upaya Pemko Banjarmasin dalam memastikan anak mendapatkan lingkungan yang aman dan terlindungi.

“Penanganan yang cepat juga dinilai penting untuk mencegah kekerasan berulang serta membantu proses pemulihan korban,” sebutnya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Banjarmasin M Ramadhan menuturkan, edukasi tersebut menjadi bagian dari langkah promotif dan preventif untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai perlindungan anak.

“Harapannya masyarakat bisa menjadi pelopor terhadap pencegahan kekerasan terhadap anak dan menjadi pelapor apabila terjadi kekerasan terhadap anak,” harapnya.

Menurutnya, meningkatnya laporan angka kasus kekerasan terhadap anak dalam tiga tahun terakhir, salah satunya dipengaruhi semakin tingginya keberanian masyarakat untuk melapor dan kepercayaan terhadap UPTD PPA.

Ia menegaskan, laporan yang masuk akan ditangani secara maksimal. “Kalau memang ada permasalahan segera informasikan, sehingga semakin mengurangi kekerasan yang berulang dan semakin cepat tertangani korban. Membuat mental healthnya semakin recovery kembali,” tukasnya. (shn/smr)