SEPUTARAN.ID, BANJARMASIN – Setelah proses identifikasi, Polda Kalimantan Selatan (Kalsel) mengungkap jenazah korban KM Virgo Transport 8 yang telah ditemukan.
Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol Nur Khamid menuturkan, enam jenazah yang masuk ke Pos Ante Mortem RS Bhayangkara Banjarmasin seluruhnya telah berhasil diidentifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI).
“Kemarin satu sudah kita berangkatkan. Sementara terbaru kita sudah melakukan identifikasi kepada lima orang. Reyner Fausta Yosilianto asal Malang, Jawa Timur usia 22 tahun yang telah dibawa dan telah dimakamkan,” ungkap Nur Khamid, saat konferensi pers di RS Bhayangkara Banjarmasin, Selasa (15/9/2026) malam.
Kabid Dokkes Polda Kalsel Kombes Pol dr Much Sofwan menambahkan, lima jenazah yang baru berhasil diidentifikasi yakni PM 002 atas nama Nurul Rizal Hidayat, laki-laki 33 tahun asal Pamekasan, Jawa Timur.
Kemudian PM 003 teridentifikasi sebagai Deny Ridzal Saputra, laki-laki 26 tahun asal Kabupaten Kediri, Jawa Timur.
Selanjutnya PM 004 teridentifikasi sebagai Imam Suparno, laki-laki berusia sekitar 50–60 tahun asal Surabaya, Jawa Timur.
Jenazah PM 005 teridentifikasi sebagai Erick Maosul Latif, laki-laki 35 tahun asal Garut, Jawa Barat. Sementara PM 006 teridentifikasi sebagai Risyan Kurnia Putra, laki-laki 28 tahun asal Garut, Jawa Barat.
“Sehingga total jumlah jenazah yang sudah teridentifikasi sampai hari ini, Selasa 15 September 2026 adalah berjumlah enam jenazah,” terangnya.
Ia mengharapkan, partisipasi masyarakat apabila merasa kehilangan untuk segera melapor ke Posko Ante Mortem Polda setempat. “Mohon doa dan bisa segera ditemukan para korban,” ujarnya.
Diungkapkannya, telah terkumpul melapor Ante Mortem, ada 88 Polda Kalsel, 43 Polda Jawa Timur dan 2 Polda Jawa Tengah. “Nanti seiring perkembangan bakal terus bertambah,” sebutnya.
Kabid DVI Pusdokkes Mabes Polri Kombes Pol Wahyu Hidajati menuturkan, tim DVI diturunkan untuk membantu proses identifikasi korban insiden KM Virgo Transport 8.
Proses identifikasi sejauh ini dapat dilakukan relatif cepat, karena kondisi jenazah yang ditemukan masih memungkinkan untuk dilakukan pemeriksaan sidik jari dan pencocokan dengan data kependudukan.
“Namun, kondisi jenazah dikhawatirkan dapat mengalami perubahan seiring waktu sehingga proses identifikasi ke depan berpotensi membutuhkan waktu lebih lama,” ucapnya.
Karena itu, ia meminta keluarga yang merasa kehilangan anggota keluarganya dan belum ditemukan untuk segera melapor ke posko Antem Mortem yang tersedia.
“Pelaporan dapat dilakukan melalui posko Polda Jawa Timur, Polda Jawa Barat maupun posko Polda di wilayah masing-masing. Soalnya para penumpang berasal dari berbagai wilayah,” tukasnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Karumkit Bhayangkara AKP dr. M Ihsan Wahyudi, Kabiddokes Polda Kalsel Kombes Pol dr. Muchammad Sofwan, Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol Nur Khamid, Kabid DVI Pusdokkes Mabes Polri Kombes Pol Wahyu Hidajati, Kepala Kantor Wilayah PT Jasa Raharja Kalsel Ahmad Arkan Nugraha, serta Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol Riza Muttaqin dan pihak Kapal. (shn/smr)
