Site icon Seputaran.id

Belum Ditempati, Atap Rumdin Sudah Bocor dan Plafon Jebol

Rumdin Wakil Walikota Banjarmasin yang akan segera ditempati setelah proses perbaikan dan penyempurnaan. (foto : shn/seputaran)

SEPUTARAN.ID, BANJARMASIN – Belum ditempati, atap rumah dinas (Rumah) Wakil Walikota Banjarmasin (awalnya Rumdin Walikota) sudah bocor dan plafonnya jebol. Selain itu, kamar mandi Rumdin tersebut belum selesai. Serta Rumdin tersebut belum dilengkapi furniture.

Oleh karena itu sebelum ditempati, pembangunan rumah dinas (Rumdin) tersebut, saat ini dalam tahap penyempurnaan, lantaran ada bagian bangunan yang masih perlu perbaikan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bagian Umum Sekretariat Daerah Kota (Setdako)Banjarmasin Ahmad Zazuli mengungkapkan, setelah proses serah terima dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) ada sejumlah bagian bangunan yang masih memerlukan penyempurnaan.

Perbaikan meliputi atap yang mengalami kebocoran, plafon yang rusak, hingga penyelesaian fasilitas kamar mandi.

“Jadi ada perbaikan seperti atap bocor, plafon jebol dan kamar mandi. Itu setelah serah terima karena saat proses pengisian furniture atau mebel kondisi rumah masih kosong,” ujarnya, Senin (20/7/2026).

Ia mengatakan, pihaknya masih menginventarisasi kebutuhan furniture yang akan melengkapi Rumdin tersebut. Pengadaan akan menyesuaikan dengan kebutuhan penghuni, namun tetap mengacu pada standar pemerintah.

“Standar saja, kalau beliau ada kebutuhan tertentu akan menyesuaikan selama masih sesuai standar pemerintah,” bebernya.

Ia berharap, seluruh proses penyempurnaan dapat selesai tahun ini sehingga rumah dinas segera dapat berfungsi.

“Harapan kami tahun ini semuanya rampung, sehingga Ibu Wakil Walikota Banjarmasin Hj Ananda sudah bisa menempati Rumdin tersebut,” tukasnya. (shn/smr)

Diketahui pembangunan Rumdin itu berlangsung sejak 2024. Dikerjakan dalam dua tahap dengan total anggaran sekitar Rp14 miliar, terdiri atas Rp5 miliar pada tahap pertama dan Rp9 miliar pada tahap kedua.

Bangunan Rumdin mengusung perpaduan arsitektur Gajah Manyusu dan Balai Laki, bangunan itu harapannya menjadi kediaman resmi sekaligus etalase budaya Banjar yang mencerminkan identitas Banjarmasin. (shn/smr)