SEPUTARAN.ID, BANJARMASIN – Walikota Banjarmasin H Muhammad Yamin HR beberapa hari terakhir ini telah melakukan peninjauan ke titik banjir di sejumlah kawasan.
“Hasilnya, dari 52 Kelurahan yang ada, teridentifikasi 9 Kelurahan mengalami dampak genangan paling parah, di mana air sulit surut hingga berminggu-minggu hingga satu bulan,” ungkapnya.
Kondisi geografis Banjarmasin sebagai kota yang banyak sungai menjadi tantangan tersendiri, terutama saat menghadapi fenomena pasang surut air laut yang kini mulai masuk hingga ke dalam rumah warga.
Salah satu temuan krusial dalam tinjauan tersebut adalah kondisi ratusan anak sungai yang mulai hilang atau tertutup bangunan.
“Banyak anak sungai juga yang sudah mungkin hampir hilang, artinya dangkal dan mungkin juga sudah mulai tertutup semak belukar,” bebernya.
Terlebih lagi, kata Yamin, sungai ditutup oleh bangunan-bangunan, baik itu rumah pribadi, Ruko bahkan sekolahan.
Ia secara khusus menyoroti fasilitas publik seperti SDN Sungai Lulut 10 yang bangunannya menjorok ke tengah sungai, sehingga mempersempit aliran air.
“Akan melakukan revitalisasi pada bangunan-bangunan yang menghambat fungsi sungai tersebut,” ungkap Yamin.
Mengatasi persoalan ini, Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin telah menyiapkan strategi yang terbagi dalam dua tahap mulai dari jangka pendek. “Kita akan melakukan pengurukan dan normalisasi sungai secara masif untuk memperlancar arus air,” imbuhnya.
Untuk jangka panjang, memaksimalkan alat berat amphibious milik pemerintah untuk normalisasi di titik-titik luas seperti wilayah Sungai Lulut.
Selain itu, Pemko Banjarmasin berencana membangun kanal-kanal baru dan tanggul di area pertanian sebagai tempat parkir air.
“Prinsipnya air datang itu artinya tamu datang, harus kita siapkan tempatnya. Sama saja kalau orang datang 20 orang, ruangannya cuma 10, kan pasti keluar atau meluap. Itu salah satunya yang akan kami petakan dulu, membuka kanal-kanal sungai,” jelasnya.
Walikota Yamin menekankan, pemerintah tidak bisa bekerja sendirian dalam menjaga 500 lebih anak sungai yang ada di Surat Keputusan (SK).
“Saya mengajak seluruh stakeholder dan warga untuk bersama-sama merawat kebersihan sungai,” tukasnya. (shn/smr)
