Site icon Seputaran.id

Bantuan Sembako hingga Makanan Tambahan Balita Disalurkan ke Warga Terdampak Banjir di Lok Baintan

Ketua TP PKK Kalsel Hj Fathul Jannah Muhidin saat menyerahkan bantuan kepada warga terdampak banjir. (foto : Adpim Kalsel)

SEPUTARAN.ID, MARTAPURA – Wujud kepedulian dan perhatian pemerintah provinsi terhadap masyarakat, sekaligus memastikan bantuan yang diberikan tepat sasaran dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) Hj Fathul Jannah turun langsung menyalurkan bantuan logistik ke Desa Lok Baintan, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Kamis (8/1/2026) sore.

Berdasarkan catatan, Desa Lok Baintan terdiri dari 520 rumah yang menampung 570 kepala keluarga, dengan jumlah penduduk mencapai 1.490 jiwa.

Kemudian bantuan yang disalurkan dari ‎‎Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalsel melalui sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) kepada warga terdampak banjir di wilayah Kalsel. Dan bBantuan yang disalurkan antara lain beras sebanyak 1,5 ton dari Dinas Pertanian Kalsel, 200 paket sembako dari BPBD Kalsel, serta 50 paket makanan tambahan untuk balita dan ibu hamil dari Dinas Kesehatan Kalsel. Selain itu, Dinas PUPR Kalsel turut memberikan 150 paket sembako.

‎Sementara itu, Dinas Sosial Kalsel juga menyalurkan bantuan berupa 50 paket makanan siap saji untuk dewasa, 50 lembar selimut, 40 paket perlengkapan bayi, serta 40 paket makanan anak.

‎Sebanyak 130 paket bantuan tersebut disalurkan langsung oleh Ketua TP PKK Kalsel Hj Fathul Jannah, yang didampingi Tenaga Ahli Gubernur Kalsel, Anni Hanisyah, serta ibu-ibu PKK dari Dinas Pertanian Kalsel dan Dinas PUPR Kalsel.

Ketua TP Posyandu Kalsel itu menyerahkan bantuan secara langsung kepada warga setempat dan berharap bantuan yang disalurkan dapat meringankan beban warga terdampak banjir.

Ia menyampaikan rasa syukur atas antusiasme masyarakat dalam menerima bantuan tersebut. ‎“Alhamdulillah antusias masyarakat sangat baik dalam menerima bantuan. Mudah-mudahan apa yang kita salurkan, meskipun seadanya, dapat sedikit mengurangi beban mereka,” ujarnya.

‎Hj. Fathul Jannah juga berharap agar masyarakat yang terdampak banjir diberikan kekuatan dan kesabaran dalam menghadapi musibah ini. ‎“Mudah-mudahan banjir di mana pun berada segera surut, dan masyarakat yang terdampak diberikan tambahan kesabaran. Semoga ada hikmah dan hal terbaik di balik kejadian ini,” tuturnya.

Ia juga mengungkapkan kekagumannya melihat semangat warga meski telah beberapa hari terdampak banjir, namun terlihat bersemangat. ‎“Melihat mereka dalam keadaan sehat walafiat dan tetap penuh semangat meskipun terdampak banjir, itu menjadi energi positif. Semoga semangat tersebut membawa kebaikan bagi mereka semua,” katanya.

‎Sementara itu, Kepala Desa Lok Baintan, Bawaihi mewakili masyarakat Desa Lok Baintan menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Gubernur Kalsel atas bantuan yang telah diberikan kepada warga yang terdampak banjir.

‎‎“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Ibu Gubernur atas bantuan yang telah diberikan kepada masyarakat Desa Lok Baintan yang terdampak banjir. Semoga bantuan ini bermanfaat dan dapat meringankan beban masyarakat,” ujarnya.

Ia berharap, bantuan tersebut tidak berhenti sampai di tahap ini, melainkan dapat dilanjutkan dengan dukungan dari dinas-dinas terkait, baik dari pemerintah maupun pihak swasta, guna membantu pemulihan kondisi masyarakat di Desa Lok Baintan.

‎Bawaihi menjelaskan, saat ini kondisi banjir di Desa Lok Baintan terbilang cukup parah. Rata-rata terdapat sekitar tiga RT yang terdampak dengan ketinggian air yang menghambat aktivitas warga. Kedalaman air di jalan desa berkisar antara 15 hingga 60 sentimeter, sementara di dalam rumah warga mencapai sekitar 15 hingga 30 sentimeter. ‎“Banjir di desa kami bersifat pasang surut dan sangat dipengaruhi oleh pasang air laut. Ketika air laut pasang, ketinggian air di desa kami semakin bertambah,” jelasnya.

‎Ia menambahkan, genangan air di Desa Lok Baintan cenderung lebih lama surut dibandingkan wilayah lain. Jika di daerah seperti Martapura banjir dapat surut dalam satu hingga dua minggu, di Desa Lok Baintan genangan air bisa bertahan hingga satu bulan atau lebih. Hal tersebut disebabkan posisi desa yang berada di daerah aliran air yang juga terpengaruh pasang laut.

‎Terkait upaya penanganan jangka panjang, Bawaihi menyebutkan, jalan desa sebenarnya pernah dilakukan peninggian jalan sebelum tahun 2000. Namun, kondisi tersebut kini dinilai tidak lagi memadai. ‎“Harapan kami ke depannya jalan desa dapat kembali ditinggikan sebagai solusi jangka panjang untuk mengurangi dampak banjir,” katanya. (smr)