Site icon Seputaran.id

Arus Laut Mendekati 7 Knot, Evakuasi KM Virgo Transport 8 Terkendala

Konferensi Pers perkembangan evakuasi KM Virgo Transport 8. (foto : shn/seputaran)

SEPUTARAN.ID, BANJARMASIN – Tim gabungan terus mengintensifkan evakuasi atau operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) korban insiden tenggelamnya KM Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa.

Dalam konfrensi pers, Wamenhub Komjen. Pol. (Purn.) Suntana menyampaikan, perkembangan terkait operasi SAR ada lima korban yang berhasil ditemukan dan telah dipulangkan ke keluarga masing-masing setelah mendapatkan penanganan serta kepastian hak asuransi.

Menurutnya, operasi SAR pada hari keempat dan kelima ini melibatkan kombinasi pencarian lewat udara serta air. “Sebanyak tiga tim khusus dikerahkan untuk melaksanakan pencarian di bawah permukaan air,” ungkapnya, Rabu (16/9/2026) malam.

Kendati belum ada penemuan korban baru pada operasi hari ini. Namun, Tim Tindakan dan Patroli Air Basarnas berhasil mengamankan sejumlah atribut serta barang-barang penting milik korban.

Sementara Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) RI Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii mengungkapkan, tim di lapangan menghadapi kendala signifikan terkait kondisi alam, faktor cuaca dan arus.

Bahkan, kecepatan arus tercatat mendekati 6,8 hingga 7,0 knots, yang dinilai sudah tidak sesuai dengan standar keselamatan (safety) penyelaman pada mestinya.

“Sesuai ketentuan keselamatan, penyelaman hanya direkomendasikan jika kecepatan arus di bawah 1,5 knot (below 1.5 knot),” terangnya.

Sebagai alternatif jika pencarian di bawah air terus terkendala cuaca dan arus, Tim SAR Gabungan menyiapkan rencana operasi salvage, metode alternatif.

Mengingat kondisi arus yang ekstrem, tim menyiapkan opsi, yakni membalikkan kondisi bangkai kapal guna menjangkau area di dalam kapal untuk proses evakuasi lanjutan.

Untuk menyusun skenario salvage ini, tim pakar dan ahli dari dalam maupun luar negeri telah dikerahkan, yakni dari Hongkong dan Amerika Serikat.

“Sebagai langkah antisipasi, Basarnas akan segera mengeluarkan SALMET (Peringatan Keselamatan Pelayaran) untuk memetakan dan membagi potensi-potensi pencarian secara terstruktur,” jelasnya.

Tim ahli akan memfasilitasi observasi udara, serta melakukan asesmen langsung di lapangan untuk menentukan sarana dan prasarana yang perlu didatangkan, baik dari Surabaya, Kalimantan, maupun wilayah lainnya. “Jika seluruh proses berjalan lancar, perkiraan waktu penanganan salvage ini memakan waktu sekitar 24 jam,” katanya.

Selain itu, demi kepentingan investigasi penyebab kecelakaan, bangkai KM Virgo Transport 8 nantinya akan ditarik.

Atas dasar pertimbangan keselamatan yang ketat, proses pengangkatan kapal tersebut ditargetkan rampung paling lambat dalam 180 hari.

“Pihak keluarga dan masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi resmi dari posko terpadu seiring berjalannya investigasi serta operasi lanjutan,” tukasnya. (shn/smr)