SEPUTARAN.ID, BANJARMASIN – Data Dinas Pendidikan (Disdik) Banjarmasin mencatat, dari 208 Sekolah Dasar (SD) Negeri di Banjarmasin ada sebanyak 54 SD mengalami kerusakan berat.
“Sekitar hampir 30 persen SD di Banjarmasin mengalami kerusakan berat, sementara puluhan sekolah lainnya memerlukan rehabilitasi 70 sekolah sekian rusak sedang hingga ringan sisanya itu,” ungkap Kepala Bidang Pembinaan SD Disdik Banjarmasin Faisal Rachman
Sehingga, kondisi tersebut membuat perbaikan sarana pendidikan menjadi salah satu prioritas yang harus dilakukan secara bertahap. “Jadi sebagian besar memang mengalami kerusakan perlu perbaikan,” katanya.
Faisal Rachman menuturkan, keterbatasan anggaran masih menjadi kendala utama dalam mempercepat rehabilitasi sekolah yang mengalami kerusakan.
Tak anyal, membuat pemerintah harus menyusun skala prioritas agar sekolah yang mengalami kerusakan paling mendesak dapat lebih dahulu diperbaiki.
“Efisiensi anggaran memang menjadi tantangan kami. Karena jumlah sekolah yang mengalami kerusakan cukup banyak, tahun ini memprioritaskan rehabilitasi total terhadap sekolah-sekolah yang sudah masuk dalam perencanaan sejak 2025,” ungkapnya, Senin (6/7/2026).
Pada 2026 ini, Disdik memfokuskan rehabilitasi total terhadap enam sekolah, yakni SDN Sungai Miai 5, SDN Kelayan Barat 2, SDN Pengambangan 8, SDN Pelambuan 4, SMPN 26, wan SMPN 35.
Selain itu, pemerintah juga mengalokasikan anggaran buat rehabilitasi ringan, paving dan peninggian halaman sekolah di SDN Pemurus Baru 3, SDN Pemurus Dalam 6, SDN Pekapuran Raya 2 dan SDN Sungai Lulut 3.
“Selain rehabilitasi total, juga melakukan perbaikan ringan dan peninggian halaman sekolah agar aktivitas belajar mengajar dapat berlangsung lebih aman dan nyaman,” bebernya.
Meski berbagai program rehabilitasi terus berjalan, jumlah sekolah yang membutuhkan perbaikan masih jauh lebih besar dibandingkan kemampuan anggaran pemerintah setiap tahunnya.
“Karena itu, pembenahan infrastruktur pendidikan dilakukan secara bertahap sesuai tingkat kerusakan dan tingkat urgensi,” jelasnya.
Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin berkomitmen melanjutkan program rehabilitasi sekolah secara berkelanjutan.
“Mudah-mudahan data yang ada ini bisa menjadi acuan buat penyesuaian anggaran tahun kedepannya. Harapannya, semua peserta didik dapat memperoleh hak yang sama buat belajar di lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman,” tukasnya. (shn/smr)
