Site icon Seputaran.id

41 Macam Wadai Banjar di Momen Ziarah Makam Sultan Suriansyah

Peziarah makam Sultan Suriansyah saat menikmati sajian 41 macam wadai Banjar. (foto : shn/seputaran)

SEPUTARAN.ID, BANJARMASIN – Ziarah Makam Sultan Suriansyah dilaksanakan dalam rangkaian peringatan Hari Jadi (Harjad) ke-500 Kota Banjarmasin, Kamis (24/9/2026).

Selain menjadi momentum mengenang sejarah Kesultanan Banjar, kegiatan yang berlangsung di Kompleks Makam Sultan Suriansyah, itu juga ada sajian kuliner tradisional Banjar berupa wadai 41 macam.

Tradisi tersebut disajikan oleha Bagian Umum Setdako Banjarmasin. Sebanyak lima nampan atau nyiru berisi aneka kue tradisional Banjar disiapkan untuk kemudian dibagikan dan disantap bersama warga di sekitar kompleks makam.

Ada beragam wadai khas Banjar tersaji dalam nyiru tersebut, di antaranya wadai untuk, cincin, bingka, serta berbagai jenis kue tradisional lainnya.

Pelaksana Tugas (Plt) Kabag Umum Setdako Banjarmasin Ahmad Zazuli menuturkan, penyediaan wadai 41 macam tersebut bagian dari upaya menghadirkan nuansa budaya Banjar dalam momentum bersejarah bagi Kota Banjarmasin.

“Sesuai arahan Walikota Banjarmasin H M Yamin HR sebagai bentuk bagian mengangkat budaya dan tradisi Banjar. Dalam momentum ziarah Makam Sultan Suriansyah ini, kita menyediakan lima nyiru yang berisi wadai 41 macam,” ungkapnya Ahmad Zazuli, usai mengikuti prosesi ziarah makam Sultan Suriansyah,” ungkapnya.

Sajian wadai tradisional tersebut juga menjadi bentuk kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat yang hadir dalam kegiatan ziarah.

Zazuli menilai tradisi kuliner khas Banjar memiliki nilai penting untuk terus dikenalkan, terutama di tengah momentum Harjad ke-500 Banjarmasin.

“Harapannya tradisi seperti ini tetap terjaga dan bisa terus dikenalkan kepada generasi berikutnya. Apalagi kita sedang memperingati 500 tahun Banjarmasin, tentu budaya dan kuliner khas Banjar menjadi bagian yang tidak terpisahkan,” katanya.

Penyajian wadai 41 macam itu menambah suasana kekeluargaan di tengah rangkaian ziarah. Warga yang berada di sekitar kompleks makam tampak ikut menikmati sajian tradisional tersebut setelah prosesi ziarah berlangsung. (shn/smr)