Site icon Seputaran.id

20 SMP di Banjarmasin Kekurangan Peserta Didik

Kadisdik Banjarmasin Ryan Utama. (foto : shn/seputaran)

SEPUTARAN.ID, BANJARMASIN – Penerimanaan siswa baru di tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) masih ada yang belum memenuhi kuota. Hingga pembukaan tahap kedua pada awal Juli, masih juga pendaftar minim.

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Banjarmasin Ryan Utama menuturkan, masih ada sejumlah sekolah kuotanya belum terpenuhi atau pendaftar minim.

Ada banyak faktor mendasari hal tersebut, misalnya jalur zonasi yang ada perubahan demografi di Banjarmasin.

“Mobilitas warga yang berpindah dari kawasan pusat kota misalnya Banjarmasin Tengah dan Banjarmasin Barat, menuju ke kawasan pengembangan baru seperti Banjarmasin Utara dan Banjarmasin Selatan menjadi pemicu utama tidak meratanya jumlah calon siswa,” ungkap Ryan, Senin (6/7/2026).

Akibat dari perubahan peta kepadatan penduduk ini, sekolah-sekolah yang berada di area pemukiman yang mulai sepi anak usia sekolah akan kesulitan memenuhi kuota. “Hal itu tidak bisa dihindari, lalu alternatif pilihan sekolah banyak baik itu swasta,” bebernya.

“Sehingga, kita mencoba memetakan regrouping sekolah dengan pendaftar minim atau sekolah baru di wilayah yang banyak usia anak sekolah, tapi ini perlu tahapan,” ujarnya.

Ia menyatakan, pihaknya juga mengarahkan siswa yang belum tertampung di sekolah pilihan ke sekolah yang masih ada kuotanya.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan Sekolah Dasar (SD) Disdik Banjarmasin Faisal Rachman menuturkan, bukan kekurangan daya tampung. Sebab, antara siswa yang lulus dan daya tampung tersedia itu mencukupi.

“Cuma ada minat yang ke swasta, membuat daya tampung sekolah itu ada yang tidak terpenuhi,” ucapnya Faisal.

Ia menilai, kecendrungan minat SD ke Madrasah Ibtidaiyah (MI), sekolah kristen dan lainnya. “Jadi solusinya itu diregrouping, apakah itu secara fisik dua sekolah menjadi satu kelembagaan. Soalnya tenaga pendidikan kurang dan kepala sekolah (kepsek) belum memenuhi,” terangnya.

Faisal menyebut, saat ini ada 208 SD di Banjarmasin. Dan dinilai terlalu banyak, karena idealnya dibawah 150 sekolah.

Ia menguraikan, terdapat 20 SMP Negeri di Kota Seribu Sungai masih kekurangan peserta didik baru setelah SPMB secara daring resmi ditutup.

Yakni, SMPN 10, SMPN 12, SMPN 13, SMPN 14, SMPN 16, SMPN 17, SMPN 18, SMPN 20, SMPN 21, SMPN 22, SMPN 23, SMPN 25, SMPN 26, SMPN 27, SMPN 28, SMPN 29, SMPN 32, SMPN 33, SMPN 34 dan SMPN 35.

Sedangkan untuk SD, di antaranya di SDN Teluk Dalam 10, SDN Kuin Selatan 5 dan lainnya.

Kondisi tersebut membuat Dinas Pendidikan kembali membuka pendaftaran secara offline hingga awal Juli sebagai upaya mengejar kuota yang belum terpenuhi.

Fenomena ini bukan kali pertama terjadi, karena memang dalam beberapa tahun terakhir sejumlah sekolah negeri di Kota Banjarmasin terus mengalami kekurangan siswa baru. (shn/smr)