SEPUTARAN.ID, BANJARMASIN – Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Banjarmasin menggelar upacara peringatan Hari Pramuka ke-65 tingkat cabang, di halaman Balai Kota Banjarmasin, Senin (31/8/2026).
Dilanjutkan dengan atraksi penampilan defile dari setiap kwartir ranting. Kegiatan berlangsung meriah, diikuti kurang lebih 1.100 peserta dari tingkatan Siaga dan Penggalang dari lima kecamatan se-Kota Banjarmasin.
Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Banjarmasin Hj Neli Listriani menuturkan, momentum Hari Pramuka tahun ini menjadi istimewa karena sebelumnya kontingen Banjarmasin telah mengikuti Jambore Nasional di Cibubur, Jakarta.
Dalam kegiatan itu, Banjarmasin memberangkatkan rombongan sebanyak 45 orang, terdiri 34 peserta yang merupakan anggota Pramuka Penggalang putra dan putri serta dua peserta berkebutuhan khusus.
“Dua peserta berkebutuhan khusus tersebut terdiri dari satu putra dan satu putri. Keduanya mendapat kesempatan untuk mengikuti rangkaian Jambore Nasional bersama peserta lainnya dengan pendampingan,” ungkapnya.
Neli menuturkan, Jambore Nasional merupakan kegiatan tingkat nasional yang dilaksanakan 5 tahun sekali. Kegiatannya sangat penting bagi anggota Pramuka, karena menjadi pengalaman dan pembelajaran yang berharga.
Keikutsertaan dua peserta berkebutuhan khusus tersebut menjadi bentuk komitmen Gerakan Pramuka Banjarmasin dalam memberikan ruang yang setara bagi seluruh anak untuk berkembang, berorganisasi dan bersosialisasi.
“Pengalaman mengikuti Jambore Nasional juga diharapkan dapat membentuk karakter anggota Pramuka agar semakin mandiri, percaya diri dan mampu berkontribusi di lingkungan masing-masing,” sebutnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Kwarcab Pramuka Banjarmasin Bidang Muda Ahmad Husaini menuturkan, peringatan HUT Pramuka ke-65 di Banjarmasin sendiri diikuti sekitar 1.100 peserta dari golongan Siaga dan Penggalang.
Kegiatan ini juga menegaskan komitmen untuk menghadirkan Pramuka yang inklusif. Makanya, Anak berkebutuhan khusus (ABK) turut diberikan kesempatan untuk mengikuti berbagai kegiatan kepramukaan.
“Kami juga sudah memberangkatkan anak-anak ABK dalam kegiatan Jambore. Jadi tidak menutup kemungkinan anak-anak ABK bisa berorganisasi dan bersosialisasi dengan orang banyak,” terangnya.
Husaini menyatakan, Pramuka memiliki peran penting dalam membentuk karakter anak sejak dini. Kegiatan kepramukaan tidak hanya mengajarkan keterampilan, tetapi juga melatih kemandirian dan kemampuan bersosialisasi. “Pramuka mendidik anak-anak untuk melatih kemandirian dan bersosialisasi,” jelasnya.
Di tengah pesatnya gempuran teknologi, Gerakan Pramuka Banjarmasin menegaskan komitmennya sebagai wadah pendidikan nonformal unggulan yang berfokus pada pembentukan karakter generasi muda.
Kegiatan pramuka juga saat ini telah bertransformasi meninggalkan kesan tradisional scouting dan menyesuaikan dengan minat anak-anak zaman sekarang.
“Edukasi dan tantangan dikemas secara kekinian, mulai dari penggunaan aplikasi digital seperti Kahoot dalam lomba cerdas cermat, hingga kegiatan penjelajahan perkotaan (WITGEN) yang memuat materi edukasi penanggulangan sampah, empat pilar kebangsaan dan tantangan di era digital,” tukasnya. (shn/smr)
